Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
Program peningkatan produksi jagung melalui inovasi varietas unggul harus dibarengi dengan ketepatan pemupukan secara spesifik lokasi. Rekomendasi pemupukan merupakan salah satu komponen teknologi yang sangat penting dalam konsep PTT, guna mendukung keberhasilan peningkatan produktivitas jagung.
Sampai saat ini masih sering dijumpai penerapan pemupukan yang dilakukan secara kurang tepat, bahkan cenderung berlebihan dan hanya bergantung kepada salah satu jenis pupuk saja. Salah satu penyebab terjadinya ketidaktepatan penerapan pemupukan adalah karena kurangnya pengetahuan dan informasi tentang rekomendasi pemupukan secara benar.
Oleh karena itu, guna mendukung percepatan pemasyarakatan inovasi teknologi pemupukan secara tepat dan berimbang, maka disusun panduan teknis rekomendasi pemupukan berimbang untuk tanaman jagung.
Didalam panduan ini diuraikan rekomendasi pemupukan berimbang untuk tanaman jagung dilahan sawah dan lahan kering, serta petunjuk penggunaan Bawan Warna Daun (BWD) sebagai acuan pemupukan N susulan pada tanaman jagung.
A. Rekomendasi Pemupukan Tanaman Jagung di Lahan Sawah
Dosis pemupukan pada tanaman jagun disarankan untuk dipertajam dengan menggunakan bantuan Bagan Warna Daun (BWD).
Dosis, waktu aplikasi dan acuan pemupukan pada tanaman jagung dilahan sawah (kg/ha).
Anjuran
Pupuk ke-1
Pupuk ke-2
Pupuk ke-3
Pupuk Tambahan
Tanda Vegetatif
Daun 3
Daun 6-8
Daun lebih dari 10
Bunga Jantan kurang dari 25 persen
Umur (HST)
7
21-25
–
–
Acuan lain
–
BWD
BWD
BWD
Dosis Pupuk
Phonska (kg/ha)
150
150
–
–
Urea (kg/ha)
100
50-100
50-100
75
Dosis pemupukan tanaman jagung dilahan sawah (kg/1000 m2)
Anjuran
Pupuk ke-1
Pupuk ke-2
Pupuk ke-3
Pupuk Tambahan
Phonska (kg/ha)
15
15
–
–
Urea (kg/ha)
10
5-10
10-15
7.5
Pemupukan N pada tanaman jagung lahan sawah berdasarkan BWD
B. Rekomendasi Pemupukan Tanaman Jagung dilahan Kering
Dosis pemupukan pada tanaman jagung disarankan untuk dipertajam dengan menggunakan bantuan BWD.
Dosis, waktu aplikasi dan acuan pemupukan pada tanaman jagung dilahan sawah (kg/ha)
Anjuran
Pupuk ke-1
Pupuk ke-2
Pupuk Tambahan
Tanda Vegetatif
Daun 3
Daun 7-8
Bunga Jantan kurang dari 25 persen
Umur (HST)
7
25-30
10-15
Acuan lain
–
BWD
BWD kurang dari 4
Dosis Pupuk
Phonska (kg/ha)
200-300
0-100
–
Urea (kg/ha)
50
100-175
75
Dosis pemupukan tanaman jagung dilahan sawah (kg/1000 m2)
Anjuran
Pupuk ke-1
Pupuk ke-2
Pupuk ke-3
Pupuk Tambahan
Phonska (kg/ha)
20-30
0-100
–
–
Urea (kg/ha)
50
10-17.5
10-15
7.5
Pemupukan N pada tanaman jagung lahan sawah berdasarkan BWD
Jagung Hibrida adalah jenis jagung yang diperoleh dari persilangan antara 2 atau lebih yang sifatnya adalah heterozygot dan homogen. Jenis jagung hibrida merupakan jenis jagung yang dibudidaya untuk kapasitas besar, tanaman pangan ini biasanya dkirim ke perusahaan-perusahaan pengolah makanan dan pakan ternak. Jagung hibrida sendiri sudah banyak memiliki varietas, sudah banyak kita jumpai di pasar atau toko pertanian menjual bibit jagung hibrida dengan berbagai merk.
Untuk melakukan budidaya jagung hibrida berikut beberapa tips cara menanam jagung hibrida yang benar :
Memilih Benih
Banyaknya jenis jagung hibrida yang beredar di pasar, tentunya ini memberikan kemudahan bagi para petani untuk memilih jenis jagung yang sesuai dengan keiinginan. Dalam memilih Bibit sebaiknya harus dilakukan dengan hati-hati dan cermat, karena langkah awal ini akan sangat menentukan keberhasilan anda dalam menanam jagung.
Baca dengan benar tanggal kadaluarsa yang ada di bungkus benih, pilih yang kadaluarsanya masih lama. Daya tumbuh benih sangat dipengaruhi oleh lamanya bibit tersebut disimpan, semakin lama maka daya tumbuhnya akan semakin kecil. Jadi carilah yang waktu expirednya masih lama.
Selain masa kadaluarsa, tentunya anda harus mencari tahu karakteristik dari tanaman jagung tersebut, seperti apa tumbuhnya, ketahanan terhadap hama, keseragaman ukuran biji, tidak ada kutu / hama gudang, dan masa panennya.
Menyiapkan Lahan Tanam
Untuk menghasilkan tanaman jagung yang subur dan menghasilkan buah yang super, lahan tanam atau kebun harus digemburkan terlebih dahulu. Penggemburan dapat dilakukan dengan cangkul atau bajak. Setelah itu dapat dibari dengan pupuk kandang atau kompos, taburkan secukupnya saja jangan terlalu berlebihan, dikhawatirkan dapat memicu jamur.
Jika hasil bajak menghasilkan bongkahan besar, dapat diratakan agar terlihat rapi. Namun ini tidak musti harus dilakukan.
Penanaman Jagung
Setelah lahan sudah siap, penanaman jagung hibrida dapat dilakukan. Penanaman dilakukan dengan membuat lubang-lubang menggunakan tajuk atau tugal (kayu yang diruncingkan salah satu ujungnya). Penanaman dilakukan dengan ukuran 70cm x 20 cm (70cm adalah jarak antar baris, 20cm adalah jarak antar tanaman jagung).
Kedalaman lubang sekitar 3-5 cm, masukkan bibit 1-2 biji setiap lubang. dan tutup dengan menggunakan Tanah di sekitar lubang. Penutupan dapat dilakukan dengan menginjak Tanah yang ada disekitar lubang. Hal ini bertujuan agar bibit tidak dimakan semut atau burung.
Jika Tanah penutup merupakan bongkahan dan keras, sebaiknya diambil kembali. Karena akan mempengaruhi pertumbuhan bibit, tunas bibit jagung tudak tumbuh sempurna.
Perawatan Tanaman Jagung
Untuk menghasilkan tanamn jagung yang subur, perawatan wajib dilakukan terutama pembersihan rumput liar atau gulma. Penyiangan sebaiknya dilakukan sejak jagung sudah mulai tumbuh.
Lakukan penyulaman untuk lubang-lubang yang jagungnya tidak tumbuh.
Selanjutnya lakukan pemupukan, gunakan pupuk NPK dengan komposisi yang merata. Pemupukan pertama dilakukan pada saat 7 hari setelah tanam dengan komposisi Urea 200Kg/Ha; SP36 150Kg/Ha; KCL 100Kg/Ha. Pemupukan pertama ini juga bias dilakukan bebarengan dengan penanaman, namun karena diawal sudah menggunakan pupuk kandang maka pemupukan dilakukan 1 minggu setelah tanam.
Lakukan pemupukan kembali pada saat usia jagung 21 hari setelah tanam, dengan komposisi Urea 200Kg/Ha. Dan pemupukan ketiga setelah jagung berusia 30-40 hari setelah tanam dengan komposisi Urea 200Kg/Ha.
Pembersihan rumput sebaiknya dilakukan secara terus menerus sampai buah jagung sudah mulai tua dan batang jagung sudah mulai mengering. Saat jagung sudah mulai kering, pembersihan rumput dapat dilakukan dengan menggunakan herbisida.
Pemanenan Jagung
Jagung dapat dipanen setelah berusia 120 – 130 hari setelah tanam untuk memastikan benar-benar kering. Jagung yang siap panen memiliki ciri-ciri : kelobot cokelat, rambut jagung hitam kering, biji jagung keras.
Dalam melakukan budidaya jagung tentunya sangat dipengaruhi dengan kondisi persediaan air, tanaman jagung sangat membutuhkan air yang cukup banyak terutama pada saat jagung mulai berbuah. Oleh karena itu sebaiknya dalam melakukan penanaman jagung harus memperhatikan kondisi cuaca. Lakukan perawatan secara rutin agar jagung dapat tumbuh dengan normal dan buahnya super.
Banda Aceh - Dalam rangka meningkatkan ukhwa islamiah dan kepedulian sosial yang dinilai akan terciptanya generasi yang selalu mengikuti ajaran Nabi Muhammad SAW, Badan Independen Mahasiswa Sedar (BIMS) menggelar acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1441 H di Asrama Mahasiwa Kemukiman Sedar, Jeulingke, Banda Aceh pada 04 Januari 2020.
Acara ini dihadiri oleh seluruh mahasiswa dan masyarakat sedar di Banda Aceh dan Aceh Besar, tokoh-tokoh masyarakat yang berhadir antara lain yakni Sekretaris Daerah Aceh Selatan, H. Nasjuddin., S. H., M. M, Drs. Safrudin Maha
Badan Independen Mahasiswa Sedar (BIMS) adalah suatu organisasi atau wadah yang bersifat sosial, kekeluargaan dan keilmuan. BIMS merupakan forum silaturrahmi sesama mahasiswa dan orang tua asal Sedar yang berdomisili di Banda Aceh dan di Kemukiman Sedar yang berfungsi sebagai wadah untuk bertukar informasi dan pengalaman agar semakin memperkaya keilmuan mahasiswa, baik softskill maupun hardskill, serta menjalin komunikasi sesama anggota dalam rangka menunjang keberhasilan proses belalajar di perguruan tinggi.
BIMS mengadakan kegiatan Peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw 1441 H yang merupakan salah satu cara untuk menunjukkan kecintaan kita kepada Nabi Besar Muhammad SAW adalah dengan selalu mengenang hari kelahiran beliau. Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan bentuk penghargaan yang sangat besar kepada beliau dan kita harus bangga memiliki hari besar ini. Maulid Nabi yang diadakan setiap tanggal 12 Rabiul Awwal tidak hanya dirayakan dengan hura-hura saja, tetapi momen ini harus dijadikan sebagai media untuk meningkatkan kecintaan kaum muslimin kepada Nabi Muhammad SAW.
Sehingga akhirnya tercipta sebuah generasi yang selalu mengikuti ajaran Nabi Muhammad SAW dengan senantiasa untuk menjadi pribadi muslim yang sesuai dengan harapan beliau. Dan akhirnya semoga kita semua dijadikan sebagai umat yang mendapat syafa’at dari beliau kelak dihari yang tidak akan ada syafa’at kecuali dari beliau.
Ketua IPMS, di wakili oleh Drs. Safrudin Maha, mengatakankegiatan ini bertujuan untuk mengadakan maulid ialah memperkuat silaturrahmi.
“Saya berharap program silaturrahmi perlu diutamakan, terutama agar diusahakan kehadiran seluruh masyarakat sedar yang berdomisili di Banda Aceh dan Aceh Besar,” kata Safrudin
Sekretaris Daerah Aceh Selatan, H. Nasjuddin., S. H., M. M dalam kesempatan tersebut ia mengaharapkan kedepannya bukan hanya sukses ditingkat legislatif kabupaten namun dengan potensi yang dimiliki putra putri sedar tentunya bisa menjadi tokoh politik tingkat nasional. Hal ini pasti akan tejadi jika adik adik mahasiswa mengembangkan potensi dirinya serta menyesuaikan agar Pendidikan dapat selesai dengan baik, Lebih banyak kegiatan yang sifatnya kemanusiaan, pembinaan mahasiwa.
“IMPS harus tetap utuh sampai sekarang sementara BIMS ini adalah bagian atau naungan IPMS. Keberadaan BIMS dalam kontek mahasiswa berada dibawah naungan IPMS, Perlu adanya evaluasi untuk kedepannya agar acara silautrrahmi ini dapat lebih baik,” pungkasnya
Ia juga menambahkan Mahasiswa memang harus menjadi aktivis, organisasi adalah semacam pengembanggan diri dan Kalau ingin sukses maka kembangkanlah diri kita melalui organisasi Kekompakkan kita menempatkan putra putri terbaik untuk memimpin masa depan Aceh Selatan.[] Fajri Amir
PETERNAKAN ayam lokal (kampung) di Indonesia masih tergolong skala kecil dan menengah. Padahal, permintaan ayam kampung di dalam negeri kian meningkat dan berpotensi untuk diekspor. Jadi, siapa pun yang ingin berinvestasi di ayam kampung, peluang bisnis ini layak dipertimbangkan.
Alasan mengapa bisnis peternakan ayam kampung layak dipertimbangkan? Pertama, permintaan terhadap daging ayam kampung semakin meningkat. Hal ini karena masyarakat kelas menengah atas kian meningkat. Data Bank Dunia menunjukkan bahwa kelas menengah Indonesia terus tumbuh. Pada tahun 2030, jumlah kelas menengah diperkirakan akan melesat menjadi 141 juta orang (Kompas.com, 4/2/2016).
Komoditas ayam kampung merupakan segementasi kelas menengah lantaran harganya yang cukup mahal. Harga per kilogram ayam kampung di pasar tradisional bisa mencapai Rp 70.000, sedangkan di pasar modern berkisar Rp 90 ribu per kilogram. Bahkan, menjelang Lebaran tahun 2015 yang lalu, harga ayam kampung mencapai Rp 150 ribu per kilogram.
Kedua, konsumsi protein hewani masyarakat Indonesia masih sangat kecil, yaitu sekitar 8 kilogram per kapita per tahun. Sementara target pemerintah terhadap konsumsi protein hewani per kapita tahun 2017 mencapai 15 kilogram.
Secara keseluruhan, total produksi daging nasional sebanyak 3,06 juta ton pada 2015. Itu disumbang dari produksi daging ayam ras (1,7 juta ton), daging sapi (523 ribu ton), unggas lokal (314 ribu ton), daging babi (319 ribu ton), daging kambing dan domba (106 ribu ton), daging kerbau (31 ribu ton), dan daging lainnya (47 ribu ton).
Saat ini populasi ayam lokal 285 juta ekor pada 2015. Pemerintah menargetkan konsumsi ayam lokal yang saat ini hanya 16 persen atau 314 ribu ton di 2015. Tahun 2019 meningkat menjadi 25 persen atau sebanyak 750 juta ekor ayam lokal. Dengan kata lain, kita masih membutuhkan pasokan sekitar 465 juta ekor ayam kampung per tahun.
Terkait peluang ekspor, Indonesia dalam waktu dekat akan mengekspor produk ayam kampung ke Timor Leste dan Singapura. Indonesia berencana ekspor 150.000 per bulan khusus karkas ayam kampung ke Singapura (Kompas, 11/5/2016).
Ketiga, kesadaran masyarakat terhadap pola konsumsi makanan sehat semakin meningkat. Tak bisa dipungkiri, daging ayam kampung dipercaya lebih sehat ketimbang ayam ras. Selain lebih sehat, kandungan nutrisi ayam kampung dinilai lebih baik ketimbang daging ayam ras.
Yang membedakan kandungan nutrisi ayam kampung dengan ayam ras (broiler) adalah kandungan lemak dan total energinya. Berdasarkan Daftar Komposisi Bahan Makanan (DKBM), kandungan lemak pada ayam kampung kecil (9 gram) sedangkan broiler jauh lebih besar (14,7 gram).
Ternak Premium
Tidak heran kalau ayam kampung disebut sebagai ternak premium. Jika dianalogikan dengan jenis mobil, ayam broiler adalah Xenia, sedangkan ayam kampung adalah Mercedes Benz. “Ketika membeli mobil jenis Xenia, biasanya orang menanyakan potongan harga (diskon). Berbeda ketika membeli Marcedes. Yang ditanya bukan diskon, tapi jenis apa yang terbaru. Orang yang datang ke showroom Mercedes tidak bertanya tentang harga. Mobil Mercedes, walaupun showroom-nya sedikit, tapi peminatnya lumayan banyak,” kata Ketua Himpunan Peternak Unggas Lokal Indonesia (Himpuli) Ade M Zulkarnain.
Desa Teluk, Langkat, dulu penuh sawit. Pada 1995, warga mulai beralih menanam jambu madu, yang belakangan mereka beri nama jambu madu Deli. Kini, desa ini jadi salah satu pusat jambu madu dengan produk dikirim ke berbagai kota di Indonesia.
Dulu, mereka kesulitan air bersih. Kekeringan sering melanda desa. Persediaan air bawah tanah berkurang, tanah kering, kebutuhan sehari-hari akan air membuat aparatur desa dan warga berpikir keras mengatasi ini. Setelah sebagian besar beralih tak tanam sawit, warga merasakan sendiri betapa pasokan air bersih tak sulit lagi.
Petani Udin, jadi motor yang mengawali ganti kebun sawit jadi kebun jambu madu. Setelah melihat hasil menggiurkan, warga pun ikut beralih tanam jambu madu Deli.
Setidaknya, lebh dari 400 kilogram setiap hari jambu keluar dari Desa Teluk ini. Jumlah itu di luar pengiriman ke Jakarta. Ada juga agen-agen kecil datang ke desa untuk membeli langsung.
Siang itu, awal Mei 2019. Matahari begitu terik. Udin bersama warga dari Desa Teluk, Kecamatan Sicanggang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, sedang berada di ladang.
Lahan seluas rata-rata dua rante di Desa Teluk ini, ditanami warga dengan jambu madu. Sepanjang mata memandang, pohon jambu berjajar rapi dengan buah terbungkus agar terhindar hama atau pemangsa yang merusak kualitas.
Sebelum 1995, wilayah ini dipenuhi perkebunan sawit. Meskipun pendapatan mereka lumayan baik, namun timbul masalah baru, di Desak Teluk ini, acap kali mengalami kekeringan, pasokan air mereka menipis.
Persediaan air bawah tanah berkurang, tanah kering, kebutuhan sehari-hari akan air membuat aparatur desa dan warga berpikir keras mengatasi ini.
Sadar air merupakan keperluan mutlak, warga desa memutuskan berhenti berkebun sawit, dan beralih ke tanaman palawija. Namun pendapatan jauh menurun. Meski begitu, warga tetap berkomitmen untuk tidak lagi berkebun sawit karena menyadari betul tumbuhan ini rakus akan air.
Udin, salah satu warga Lorong Puskesmas, Dusun Pajak, Desa Teluk, Langkat, yang berani membuat perubahan usaha pertanian dengan menanam lahan seluas empat rante dengan jambu madu. Bibit dia tanam di lahan yang sempat gersang karena sawit. Perlahan namun pasti, apa yang dia lakukan berbuah hasil baik.
Delapan bulan, dia bekerja keras membangun mimpi dengan jambu. Bibit dia dapat dari sahabat. Teringat sebuah Kerajaan Deli, hingga nama jambu madu ini disisipkan nama Deli.
Kala panen, Udin beranjak dari rumah yang tak jauh dari ladang jambu madu. Dia ambil keranjang dan mulai memetik satu persatu. Kualitas jambu di ladangnya cukup baik. Dia pun optimis, modal awal Rp2 juta pasti kembali.
“Menanam jambu ini mudah. Awalnya, saja yang sulit karena kita perlu pupuk, bibit, dan banyak lagi termasuk perawatan tanaman. Hanya menunggu delapan bulan, selebihnya, kita akan terus merasakan manis uang dari jambu madu Deli ini, ” katanya, saat berbincang dengan saya. Udin tampak membersihkan pohon jambunya.
Perlahan tetapi pasti, mimpi Udin jadi kenyataan. Jambu Deli mulai menunjukkan hasil. Satu persatu agen dari Kota Pangkalan Susu, Langkat datang ke ladang. Mereka membeli jambu cukup banyak.
Jambu madu Deli berada di tingkat ditributor lokal dibeli dari petani jambu di Desa Teluk, Langkat. Foto: Ayat S Karokaro/ Mongabay Indonesia
Setiap hari, berkarung-karung wadah bermuatan jambu terjual. Hasil mulai terasa. Hasil kebun mampu menyekolahkan anak-anak hingga ke perguruan tinggi, bahkan ada kuliah di Jawa, dengan biaya cukup mahal.
Melihat kesuksesan Udin, masyarakat di Desa Teluk, mulai tertarik. Mereka berdatangan, berdiskusi dan berbagi ilmu satu sama lain, bagaimana menghasilkan jambu manis dan ranum.
Udin tak pernah pelit ilmu. Bersama dengan Yayasan Bina Keterampilan Pedesaan (Bitra) Indonesia, dia berbagi. Niat mengembangkan pertanian jambu, dia tuangkan dengan membentuk satu kelompok kecil di desanya. Sampai sekarang, Udin jadi panutan.
Dengan cara tak biasa, jambu ada gelar sendiri, yaitu, jambu madu Deli super. Super, sebuah sebutan bagi jambu yang berkualitas baik, tanpa ada kerusakan, rasa semanis madu.
Kabar jambu madu Deli dari Desa Teluk, tersiar ke seantero negeri. Distributor dari berbagai provinsi berdatangan, mulai dari Aceh, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, sampai Bengkulu. Suatu ketika, salah satu distributor asal Aceh yang baru pulang dari Desa Teluk, meminta Udin mebungkus buat makan di pesawat.
Di pesawat, si distributor membagikan jambu pada pramugari, dan penumpang yang duduk di sebelah dan belakang bangkunya. Sampailah ke seorang pengusaha Jakarta.
Sang distributor jambu dari Desa Teluk, ketiban durian runtuh, karena sang pengusaha tertarik membeli dalam jumlah besar. Udin pun berkala mengirimkan jambu ke Jakarta.
Dari tangan sang pengusaha, jambu dari Desa Teluk, Langkat ini sampai ekspor hingga ke Tiongkok dan Hong Kong.
“Saya sempat merasakan bagaimana setiap hari kewalahan menyiapkan stok jambu yang akan ekspor ke Hong Kong. Dia dibantu beberapa pekerja lokal,” katanya. Sayangnya, jambu terbang ke luar negeri harus berhenti karena harga cargo naik.
“Sekarang kami hanya bermain di tingkat lokal. Ada beberapa distributor dari sejumlah provinsi yang memesan. Itu baik sekali,” kata Udin.
Bisnis jambu madu Deli ini jadi salah satu primadona di Langkat. Kalau pagi hari datang ke sana, akan terdengar tegur sapa dari orang lalu lalang dari kebun membawa jambu. Buah dijual ke distributor lokal, yang akan mengirimkan ke berbagai kota.
Roda ekonomi di Desa Teluk, yang sempat tergerus karena sawit, kini bergeliat kembali. Data Pemerintah Langkat, 80% masyarakat di Desa Teluk, kini berkebun jambu madu Deli.
Sebagian masih ada yang bertahan di perkebunan sawit, meski separuh lahan juga sudah ditanami jambu.
“Di sini selain bertani jambu, warga ada tanam merica, padi, dan kakao. Ada yang bertahan di sawit walau jumlah tak banyak.”
“Yang jelas, saat warga menanam sawit, pasokan air hancur di desa nih. Sumur harus ditambah pipa ke bawah, sekarang sudah tidak lagi, ” kata Udin.
Hepi Indra Santika, distributor lokal jambu Deli di Desa Teluk, mengatakan, setiap hari mereka tak pernah berhenti mengirimkan jambu ke berbagai kota di Indonesia.
Setidaknya, lebh dari 400 kilogram setiap hari jambu keluar dari Desa Teluk ini. Jumlah itu di luar pengiriman ke Jakarta. Ada juga agen-agen kecil datang ke desa untuk membeli langsung.
Agen kecil yang datang langsung ke sana, jambu Deli ukuran biasa atau kecil dibandrol Rp13.000-Rp14.000 per kilogram. Di pasaran jual Rp22.000 per kilogram. Jambu madu super, Rp24.000, dan di pasaran bisa Rp45.000-Rp55.000 per kilogram.
“Jadi kalau harga cargo gak mahal biasa jambu kami dikirim ke Singapur, Hong Kong dan Malaysia melalui Jakarta. Harus buah super ya, besar-besar.”
Jambu madu Deli super milik Pak Udin yang ranum dan manis. Foto: Ayat S Karokaro/ Mongabay Indonesia
Rusdiana, Ketua Badan pengurus Yayasan Bitra Indonesia mengatakan, mereka bekerja dengan 147 kelompok masyarakat di 16 kabupaten kota di dua provinsi yaitu Sumut dan Aceh. Salah satu dampingan mereka, petani jambu di Desa Teluk, Sicanggang, Langkat ini.
Di desa ini, katanya, ada mendampingi 250-an petani dengan luasan lahan 20 hektar. Di lahan ini, setahun bisa empat kali panen. Sekali panen menghasilkan sekitar 250 ton jambu.
Diana bilang, Bitra memberdayakan petani dari sisi penguatan kelompok supaya para petani tak tercerai berai. Mereka bergabung dalam kelompok, mengelola pemasaran produk berkelompok. “Sekarang ini, model pemasaran sendiri-sendiri terlihat banyak sekali rantai pemasaran, mulai dari petani jambu, agen pemasaran tingkat desa, ke agen besar baru ke ekspor. Jadi didorong pemasaran langsung supaya selisih harga jual cukup ini bisa untuk petani.”
Bitra berusaha menguatkan keorganisasian petani supaya berkelompok bisa mengelola pemasaran jambu hingga dari sisi harga lebih menguntungkan petani. “Diajari bagaimana menghitung biaya produksi jambu mulai dari menanam, memupuk sampai pada produksi.”
Bitra juga mendorong, petani jambu di Desa Teluk dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), sesuai amanah Undang-undang Desa.
Keuntungan dari BUMDes, katanya, agar mata rantai pemasaran terputus. Kalau kelola individu, katanya, mata rantai panjang dan berpotensi petani mendapatkan harga jambu tak layak, malah agen yang untung besar.
“Jadi kalau selama ini dari petani, lalu ke agen kecil di desa harga beda, ke agen lebih besar lebih berbeda lagi harganya, distributor besar dapat untung dua kali lipat. Dengan BUMDes bisa memangkas itu semua.”
Selain itu, katanya, pemasaran online melalui media sosial , juga membantu penjualan menembus wilayah lain yang belum tersentuh. Konsep ini, katanya, juga akan dikembangkan hingga ke depan muncul konsep perdagangan lebih canggih lagi.
Jambu madu Deli super warna merah ini bisa dijual Rp24 ribu per kg di tingkat distributor lokal dan Rp45 ribu-Rp50 ribu per kg di pasaran. Foto: Ayat S Karokaro/ Mongabay Indonesia
Fimela.com, Jakarta Punya pengalaman suka duka dalam perjalanan kariermu? Memiliki tips-tips atau kisah jatuh bangun demi mencapai kesuksesan dalam bidang pekerjaan yang dipilih? Baik sebagai pegawai atau pekerja lepas, kita pasti punya berbagai cerita tak terlupakan dalam usaha kita merintis dan membangun karier.
Berikut kisah ceritanya
Oleh: Uty - Banjarnegara
Empat tahun yang lalu tepatnya. Menjadi seorang sales bukanlah cita-citaku waktu itu. Namun kebutuhan yang begitu banyak dan ekonomi keluarga yang tidak menentu memaksaku untuk bekerja selepas SMA. Aku masih ingat, kala itu aku merantau ke kota besar. Dengan berbekal ijazah SMA dan wajah yang masih polos, aku percaya diri melamar kerja di sebuah perusahaan elektronik yang sedang berkembang pada masanya.
Di sana aku bekerja sebagai seorangsales marketing yang harus menjual produk-produk perusahaan seperti kipas angin, alat penyedot debu, dan alat penyaring air. Biasanya aku berangkat dari pukul 7 pagi dan baru bisa pulang pukul 10 malam. Sedihnya, tidak ada gaji pokok di sini. Setiap barang yang laku terjual itulah yang menentukan besar kecilnya gajiku. Terkadang aku bisa menjual 4 sampai 6 barang dalam sebulan, pernah juga tidak ada penjualan sama sekali. Semua memang tergantung nasib. Jika nasibku sedang baik, aku bisa makan enak dan kirim uang untuk ibu bapak. Tapi jika nasib memang sedang tidak berpihak, makan berlauk keprihatinan pun pernah aku jalani.
Pekerjaanku ini keras. Setiap hari aku harus berkeliling komplek perumahan di perkotaan sembari mengetuk dari satu pintu ke pintu dengan menenteng barang dagangan yang lumayan berat. Seringkali aku mengganggu para ibu-ibu yang sedang repot di rumah untuk mendengarkanku mempresentasikan beberapa produk yang aku bawa. Ada yang memang antusias, ada juga yang terlihat muak melihatku terus mengoceh dan mengganggu seisi rumah.
Terkadang jika salah mengetuk rumah, bukan senyum ramah yang aku terima melainkan bantingan pintu dan penghuni rumah yang marah-marah. Rasanya begitu banyak hal miris yang aku terima selama menjalani pekerjaan ini. Dari mulai dikejar anjing, tersetrum listrik, disiram air bahkan kerap dianggap maling pun sudah terlalu sering. Padahal aku hanya mencari sesuap nasi dan tidak memaksa mereka untuk membeli apa yang aku jual. Kadang sedih sekali ketika aku disamakan dengan para pengamen dan tukang minta-minta.
Aku heran kenapa masih banyak orang yang belum bisa menghargai pekerjaan seseorang. Sehina itukah sales di mata mereka? Sales juga manusia. Aku juga punya lambung yang setiap hari harus diisi. Aku juga punya orang tercinta yang harus aku bahagiakan di rumah. Dari situ terkadang aku merasakan titik di mana aku ingin menyerah saja. Aku merasa letih. Bahuku sudah terlalu pegal, jari-jariku sudah perih dan memerah karena menenteng barang dagangan yang berat kesana kemari. Tapi aku mencoba membekap mulutku supaya tidak mengeluh. Aku juga memarahi diriku sendiri kalau sudah mulai merengek cengeng. Aku belajar ikhlas. Biarkan badanku ini perih, sakit bahkan luka sekalipun, tapi hatiku harus tetap kuat dan tidak boleh menyerah. Hidup ini keras, maka aku juga harus keras pada diriku sendiri.
Hampir satu tahun aku mencoba bertahan di perusahaan itu. Panas dan kerasnya aspal jalanan sudah banyak aku lalui. Namun aku merasa hidupku tidak berkembang sama sekali. Badanku semakin kurus, pikiranku hanya tertuju pada target penjualan yang harus aku kejar. Beruntungnya aku masih memiliki rekan satu profesi yang selalu menghiburku di sela-sela waktu bosan saat bekerja. Kami yang bernasib sama mencoba saling menguatkan satu sama lain.
Menjelang akhir tahun, penjualan turun semakin drastis. Aku dan rekan kerjaku dimarahi habis-habisan oleh atasan. Kami dipaksa untuk bekerja sampai larut malam agar barang yang kami bawa benar-benar laku terjual. Pada saat itu aku berniat ingin menyerah saja. Ragaku sudah tidak kuat lagi kalau harus bekerja sampai semalam itu. Rasanya tulang punggungku sudah rontok menanggung beban yang amat berat. Akhirnya dengan meyakinkan diri dan membesarkan hati aku putuskan untuk berhenti saja dari pekerjaan ini. Aku pulang kampung sebelum waktunya. Ibu dan bapakku tetap bahagia meski aku pulang tidak membawa oleh-oleh apa-apa.
Sekarang aku merasa lebih bahagia meski bekerja sebagai guru les bahasa. Sekalipun bergaji kecil tapi hari-hariku selalu ceria dengan celotehan anak-anak yang selalu membuatku tertawa. Namun aku juga tidak membenci pekerjaanku yang dulu. Karena dengan menjadi sales aku banyak belajar apa itu artinya kerja keras. Secara tidak langsung, pekerjaanku yang dulu benar-benar membuatku tumbuh menjadi pribadi yang selalu berusaha dan tak kenal menyerah.
LIPUTANRAKYAT.COM| Tapaktuan – Hasil rapat pleno terbuka Rekapitulasi Penghitungan suara tingkat kabupaten Aceh Selatan telah selesai dilaksakan dan berjalan dengan lancar. Politisi muda Aceh Selatan ini keluar sebagai caleg dengan suara badan tertinggi pada pemilu 2019 dengan perolehan suara sebanyak 1.875 suara.
Berdasarkan data yang dihimpun dari hasil rapat pleno KIP Aceh Selatan, perolehan suara calon legislatif (caleg) peraih suara tertinggi di Dapil III yang mendapatkan 5 kursi diantaranya :
1) Hadi Surya, S.TP., MT (gerindra) jumlah suara pribadi tertinggi dengan total (1.875) dan suara total partai (2377).
2) Rema Mishul Azwa, SE.Ak (PNA) jumlah suara pribadi posisi kedua dengan total (1.382) dan suara total partai (4.468).
3) Siska Elviadi Rajo Evi (Golkar) jumlah suara pribadi posisi ketiga dengan total (1.334) dan suara total partai (3.884).
4) H.Helmi (Demokrat) jumlah suara pribadi posisi keempat dengan total (1.257) dan suara total partai (2.183).
5) Yenni Rosnizar (PPP) jumlah suara pribadi posisi kedua dengan total (1.223) dan suara total partai (3.901).
Dari perolehan 5 kursi DPRK Dapil 3 Aceh Selatan, kursi pertama untuk PNA, kedua PPP, ketiga Partai Golkat, keempat Partai Gerindra dan kursi kelima partai Demokrat.
Perolehan suara pribadi tertinggi mencapai (1.875) merupakan pencapaian sejarah baru semenjak adanya pemilu untuk dapil “neraka” yang merupakan wilayah ibu kota Kabupaten Aceh Selatan.
“Kami bangga seraya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Samadua-Tapaktuan atas dukungan dan doanya untuk Kanda Hadi Surya, ini goresan sejarah baru pencapaian suara badan tertinggi di dapil ini” ungkap Fajri Amir yang meupakan koordinator Barisan Muda Hadi Surya.
Menjadi caleg yang memperoleh suara badan tertinggi dua kali di kecamatan kelahiran yaitu Samadua dan tertinggi di dapil 3 sudah sepatutnya kami barisan muda berharap beliau bisa tampil dalam pilkada mendatang. “Dulu pemilu 2014 beliau menjadi pemenang di kecamatan samadua dan berhasil juga pada pemilu 2019 menjadi peraih suara badan terbanyak maka ini sebuah pembuktian publik beliau memang masih diharapkan oleh masyarakat, untuk itu kedepan kita berharap bisa tampil dalam pilkada mendatang” tambah Fajri.
Bagi pihaknya, Hadi merupakan roll model politisi muda Aceh Selatan.
“Bagi kami pemuda sosok Hadi Surya merupakan roll model politisi muda, tahun 2014 merupakan caleg terpilih termuda di dapil kota, bahkan tahun 2019 juga caleg terpilih kembali yang termuda,” pungkas Fajri.[DNQ]
1.Saat miskin, kurangi waktumu di rumah, perbanyaklah kegiatan di luar. Saat kaya, perbanyaklah waktu di rumah, kurangi kegiatanmu di luar. Ini adalah “seni kehidupan”
2. Saat miskin, gunakanlah uangmu untuk orang lain, saat kaya, gunakanlah uangmu untuk keluarga dan orang- orang yang kamu cintai! Banyak sekali orang yang terbalik melakukan kedua hal ini.
3. Saat miskin, janganlah perhitungan, bersikap baik lah terhadap orang lain, ini baru namanya orang miskin tapi banyak akal. Saat kaya, harus belajar membuat orang lain baik terhadapmu, dan kamu harus lebih baik lagi terhadap orang lain. Ini adalah cara hidup yang sangat indah, tapi hanya sedikit orang yang mengerti.
4. Saat miskin harus royal, tapi saat kaya, jangan pamer lagi.. Hidup ini akan kembali dalam kesederhanaan, kembali dalam ketenangan.
5. Masa muda adalah kekayaan paling besar, hargai setiap waktu kehidupan, tidak perlu takut pada kemiskinan! Yang penting kamu harus tahu bagaimana melatih diri, hal apa yang utama, apa yang harus diinvestasi dan kapan harus menghemat.
6. Jangan sembarangan beli pakaian, kamu boleh beli sedikit, tapi beli lah yang berkualitas baik. Perbanyaklah makan dengan orang luar, kamu harus berani mengeluarkan uang dan mentraktir orang- orang yang lebih berhikmat dan lebih giat darimu.
7. Ketika uang untuk kehidupanmu sudah cukup, kebahagiaan terbesar adalah: menggunakan uang hasil kerja kerasmu sendiri untuk menggapai impianmu! Bentangkanlah sayapmu, kejar mimpimu, dan biarkan hidupmu melewati perjalanan yang berbeda!
Kebahagiaan tidak akan kabur dari kehidupan masing- masing orang, perbanyaklah untuk introspeksi kesalahan diri sendiri, maka kamu akan pelan- pelan melupakan bagaimana orang lain menjalani hidup.
Tolong jangan sembarangan mengkritik saya, karena kamu hanya tahu nama saya, tapi tidak tahu kisah hidup saya. Kamu hanya mendengar apa yang saya perbuat, tapi tidak pernah tahu apa yang sudah saya lewati.
Seseorang yang sungguh- sungguh kuat, tidak akan pernah menghabiskan waktu untuk mengambil hati orang lain. Mengenai relasi dan koneksi, itu semua hanyalah pelengkap, hal yang paling penting adalah bagaimana meningkatkan kemampuan dalam diri sendiri.
Orang hanya bisa datang kepadamu, setelah kamu memperbaiki diri. Kalau kamu sudah jadi pohon rimbun, burung- burung baru akan datang. Kalau kamu sudah jadi samudera, seluruh aliran air baru akan berkumpul kepadamu. Kamu harus mencapai suatu tingkat terlebih dulu, baru bisa mendapatkan koneksi yang sepadan, bukan sebaliknya.
Tidak ada seorang pun yang bisa menemanimu seumur hidup, maka kamu harus terbiasa dengan “kesendirian”. Tidak ada seorang pun yang bisa membantumu seumur hidup, maka kamu harus selalu berjuang.
Kehidupan ini memang merupakan sesuatu yang harus ditanggung. Ketika orang yang kamu sayangi meninggalkanmu, meski kamu memohon pada seluruh dewa langit bumi sekali pun, mereka tidak akan kembali lagi. Hidup ini memang soal bertemu dan berpisah, sama seperti roda berjalan, ada saatnya jatuh, dan ada saatnya bangkit. Jangan terlalu meninggikan dirimu, ada saatnya kamu akan menderita, sedih dan sakit, meski tidak enak, namun semua itu adalah bagian kehidupan yang tidak dapat dipisahkan.
Seseorang sering kali iri hati pada kebahagiaan orang lain, tapi kalau ia melihat ke belakang, ia akan sadar kalau orang lain pasti juga ada yang iri padanya.
Sebenarnya, setiap orang pasti memiliki kebahagiaan masing- masing. Hanya saja, terkadang yang melihat kebahagiaanmu adalah orang lain.
Kebahagiaan adalah gunung yang tidak memiliki puncak, yang bisa kamu lakukan di gunung itu hanyalah berjalan dan menikmati segala pemandangan yang ada. Jalani hidupmu dengan santai, maka kamu akan mendapatkan kepuasan hidup!
Kebahagiaan tidak akan kabur dari kehidupan masing- masing orang, cepat atau lambat, ia akan datang menghampirimu.
Kehidupan ini penuh dengan misteri, kamu selamanya tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi pada detik selanjutnya, juga tidak akan pernah mengerti bagaimana takdir memperlakukanmu. Hanya dengan melewati berbagai perjalanan hidup, kamu baru bisa menemukan tujuan dan dengan rendah hati menghadapi dunia.
Meski hari ini kamu sudah sangat berusaha, tapi esok hari takdir mengatakan daun gugur, maka daun tersebut tetap akan jatuh ke bawah. Banyak sekali hal di dunia ini yang tidak bisa dipercepat, maka jalani saja dengan positif.