This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Hadi Surya

Caleg DPRK Aceh Selatan.

Hadi Surya

Caleg DPRK Aceh Selatan

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Jumat, 02 Agustus 2019

Ini Alasan Bisnis Ayam Kampung Menjanjikan








Oleh : Febroni Purba

PETERNAKAN ayam lokal (kampung) di Indonesia masih tergolong skala kecil dan menengah. Padahal, permintaan ayam kampung di dalam negeri kian meningkat dan berpotensi untuk diekspor. Jadi, siapa pun yang ingin berinvestasi di ayam kampung, peluang bisnis ini layak dipertimbangkan.

Alasan mengapa bisnis peternakan ayam kampung layak dipertimbangkan? Pertama, permintaan terhadap daging ayam kampung semakin meningkat. Hal ini karena masyarakat kelas menengah atas kian meningkat. Data Bank Dunia menunjukkan bahwa kelas menengah Indonesia terus tumbuh. Pada tahun 2030, jumlah kelas menengah diperkirakan akan melesat menjadi 141 juta orang (Kompas.com, 4/2/2016).

Komoditas ayam kampung merupakan segementasi kelas menengah lantaran harganya yang cukup mahal. Harga per kilogram ayam kampung di pasar tradisional bisa mencapai Rp 70.000, sedangkan di pasar modern berkisar Rp 90 ribu per kilogram. Bahkan, menjelang Lebaran tahun 2015 yang lalu, harga ayam kampung mencapai Rp 150 ribu per kilogram.

Kedua, konsumsi protein hewani masyarakat Indonesia masih sangat kecil, yaitu sekitar 8 kilogram per kapita per tahun. Sementara target pemerintah terhadap konsumsi protein hewani per kapita tahun 2017 mencapai 15 kilogram.

Secara keseluruhan, total produksi daging nasional sebanyak 3,06 juta ton pada 2015. Itu disumbang dari produksi daging ayam ras (1,7 juta ton), daging sapi (523 ribu ton), unggas lokal (314 ribu ton), daging babi (319 ribu ton), daging kambing dan domba (106 ribu ton), daging kerbau (31 ribu ton), dan daging lainnya (47 ribu ton).

Saat ini populasi ayam lokal 285 juta ekor pada 2015. Pemerintah menargetkan konsumsi ayam lokal yang saat ini hanya 16 persen atau 314 ribu ton di 2015. Tahun 2019 meningkat menjadi 25 persen atau sebanyak 750 juta ekor ayam lokal. Dengan kata lain, kita masih membutuhkan pasokan sekitar 465 juta ekor ayam kampung per tahun.

Terkait peluang ekspor, Indonesia dalam waktu dekat akan mengekspor produk ayam kampung ke Timor Leste dan Singapura. Indonesia berencana ekspor 150.000 per bulan khusus karkas ayam kampung ke Singapura (Kompas, 11/5/2016).

Ketiga, kesadaran masyarakat terhadap pola konsumsi makanan sehat semakin meningkat. Tak bisa dipungkiri, daging ayam kampung dipercaya lebih sehat ketimbang ayam ras. Selain lebih sehat, kandungan nutrisi ayam kampung dinilai lebih baik ketimbang daging ayam ras.

Yang membedakan kandungan nutrisi ayam kampung dengan ayam ras (broiler) adalah kandungan lemak dan total energinya. Berdasarkan Daftar Komposisi Bahan Makanan (DKBM), kandungan lemak pada ayam kampung kecil (9 gram) sedangkan broiler jauh lebih besar (14,7 gram).

Ternak Premium
Tidak heran kalau ayam kampung disebut sebagai ternak premium. Jika dianalogikan dengan jenis mobil, ayam broiler adalah Xenia, sedangkan ayam kampung adalah Mercedes Benz. “Ketika membeli mobil jenis Xenia, biasanya orang menanyakan potongan harga (diskon). Berbeda ketika membeli Marcedes. Yang ditanya bukan diskon, tapi jenis apa yang terbaru. Orang yang datang ke showroom Mercedes tidak bertanya tentang harga. Mobil Mercedes, walaupun showroom-nya sedikit, tapi peminatnya lumayan banyak,” kata Ketua Himpunan Peternak Unggas Lokal Indonesia (Himpuli) Ade M Zulkarnain.

(https://www.kompasiana.com/febronipurba/5751026af17a61d905899be8/ini-alasan-bisnis-ayam-kampung-menjanjikan)

Share:

Minggu, 12 Mei 2019

Berkah Tinggalkan Sawit, Warga Desa Teluk Nikmati Hasil Jambu Madu Deli

Share:

Jumat, 10 Mei 2019

Bertahan pada Pekerjaan yang Tak Memberi Kesempatan Berkembang Itu Sia-Sia

Fimela.com, Jakarta Punya pengalaman suka duka dalam perjalanan kariermu? Memiliki tips-tips atau kisah jatuh bangun demi mencapai kesuksesan dalam bidang pekerjaan yang dipilih? Baik sebagai pegawai atau pekerja lepas, kita pasti punya berbagai cerita tak terlupakan dalam usaha kita merintis dan membangun karier. 
Berikut kisah ceritanya

Oleh: Uty - Banjarnegara
Empat tahun yang lalu tepatnya. Menjadi seorang sales bukanlah cita-citaku waktu itu. Namun kebutuhan yang begitu banyak dan ekonomi keluarga yang tidak menentu memaksaku untuk bekerja selepas SMA. Aku masih ingat, kala itu aku merantau ke kota besar. Dengan berbekal ijazah SMA dan wajah yang masih polos, aku percaya diri melamar kerja di sebuah perusahaan elektronik yang sedang berkembang pada masanya.
Di sana aku bekerja sebagai seorangsales marketing yang harus menjual produk-produk perusahaan seperti kipas angin, alat penyedot debu, dan alat penyaring air. Biasanya aku berangkat dari pukul 7 pagi dan baru bisa pulang pukul 10 malam. Sedihnya, tidak ada gaji pokok di sini. Setiap barang yang laku terjual itulah yang menentukan besar kecilnya gajiku. Terkadang aku bisa menjual 4 sampai 6 barang dalam sebulan, pernah juga tidak ada penjualan sama sekali. Semua memang tergantung nasib. Jika nasibku sedang baik, aku bisa makan enak dan kirim uang untuk ibu bapak. Tapi jika nasib memang sedang tidak berpihak, makan berlauk keprihatinan pun pernah aku jalani.
Pekerjaanku ini keras. Setiap hari aku harus berkeliling komplek perumahan di perkotaan sembari mengetuk dari satu pintu ke pintu dengan menenteng barang dagangan yang lumayan berat. Seringkali aku mengganggu para ibu-ibu yang sedang repot di rumah untuk mendengarkanku mempresentasikan beberapa produk yang aku bawa. Ada yang memang antusias, ada juga yang terlihat muak melihatku terus mengoceh dan mengganggu seisi rumah.
Terkadang jika salah mengetuk rumah, bukan senyum ramah yang aku terima melainkan bantingan pintu dan penghuni rumah yang marah-marah. Rasanya begitu banyak hal miris yang aku terima selama menjalani pekerjaan ini. Dari mulai dikejar anjing, tersetrum listrik, disiram air bahkan kerap dianggap maling pun sudah terlalu sering. Padahal aku hanya mencari sesuap nasi dan tidak memaksa mereka untuk membeli apa yang aku jual. Kadang sedih sekali ketika aku disamakan dengan para pengamen dan tukang minta-minta.
Aku heran kenapa masih banyak orang yang belum bisa menghargai pekerjaan seseorang. Sehina itukah sales di mata mereka? Sales juga manusia. Aku juga punya lambung yang setiap hari harus diisi. Aku juga punya orang tercinta yang harus aku bahagiakan di rumah. Dari situ terkadang aku merasakan titik di mana aku ingin menyerah saja. Aku merasa letih. Bahuku sudah terlalu pegal, jari-jariku sudah perih dan memerah karena menenteng barang dagangan yang berat kesana kemari. Tapi aku mencoba membekap mulutku supaya tidak mengeluh. Aku juga memarahi diriku sendiri kalau sudah mulai merengek cengeng. Aku belajar ikhlas. Biarkan badanku ini perih, sakit bahkan luka sekalipun, tapi hatiku harus tetap kuat dan tidak boleh menyerah. Hidup ini keras, maka aku juga harus keras pada diriku sendiri.
Hampir satu tahun aku mencoba bertahan di perusahaan itu. Panas dan kerasnya aspal jalanan sudah banyak aku lalui. Namun aku merasa hidupku tidak berkembang sama sekali. Badanku semakin kurus, pikiranku hanya tertuju pada target penjualan yang harus aku kejar. Beruntungnya aku masih memiliki rekan satu profesi yang selalu menghiburku di sela-sela waktu bosan saat bekerja. Kami yang bernasib sama mencoba saling menguatkan satu sama lain.
Menjelang akhir tahun, penjualan turun semakin drastis. Aku dan rekan kerjaku dimarahi habis-habisan oleh atasan. Kami dipaksa untuk bekerja sampai larut malam agar barang yang kami bawa benar-benar laku terjual. Pada saat itu aku berniat ingin menyerah saja. Ragaku sudah tidak kuat lagi kalau harus bekerja sampai semalam itu. Rasanya tulang punggungku sudah rontok menanggung beban yang amat berat. Akhirnya dengan meyakinkan diri dan membesarkan hati aku putuskan untuk berhenti saja dari pekerjaan ini. Aku pulang kampung sebelum waktunya. Ibu dan bapakku tetap bahagia meski aku pulang tidak membawa oleh-oleh apa-apa.
Sekarang aku merasa lebih bahagia meski bekerja sebagai guru les bahasa. Sekalipun bergaji kecil tapi hari-hariku selalu ceria dengan celotehan anak-anak yang selalu membuatku tertawa. Namun aku juga tidak membenci pekerjaanku yang dulu. Karena dengan menjadi sales aku banyak belajar apa itu artinya kerja keras. Secara tidak langsung, pekerjaanku yang dulu benar-benar membuatku tumbuh menjadi pribadi yang selalu berusaha dan tak kenal menyerah.


Share:

Selasa, 07 Mei 2019

Hadi Surya Peroleh Suara Pribadi Tertinggi di Dapil III DPRK Aceh Selatan

LIPUTANRAKYAT.COM| Tapaktuan – Hasil rapat pleno terbuka Rekapitulasi Penghitungan suara tingkat kabupaten Aceh Selatan telah selesai dilaksakan dan berjalan dengan lancar. Politisi muda Aceh Selatan ini keluar sebagai caleg dengan suara badan tertinggi pada pemilu 2019 dengan perolehan suara sebanyak 1.875 suara.

Berdasarkan data yang dihimpun dari hasil rapat pleno KIP Aceh Selatan, perolehan suara calon legislatif (caleg) peraih suara tertinggi di Dapil III yang mendapatkan 5 kursi diantaranya :

1) Hadi Surya, S.TP., MT (gerindra) jumlah suara pribadi tertinggi dengan total (1.875) dan suara total partai (2377).

2) Rema Mishul Azwa, SE.Ak (PNA) jumlah suara pribadi posisi kedua dengan total (1.382) dan suara total partai (4.468).

3) Siska Elviadi Rajo Evi (Golkar) jumlah suara pribadi posisi ketiga dengan total (1.334) dan suara total partai (3.884).

4) H.Helmi (Demokrat) jumlah suara pribadi posisi keempat dengan total (1.257) dan suara total partai (2.183).

5) Yenni Rosnizar (PPP) jumlah suara pribadi posisi kedua dengan total (1.223) dan suara total partai (3.901).

Dari perolehan 5 kursi DPRK Dapil 3 Aceh Selatan, kursi pertama untuk PNA, kedua PPP, ketiga Partai Golkat, keempat Partai Gerindra dan kursi kelima partai Demokrat.

Perolehan suara pribadi tertinggi mencapai (1.875) merupakan pencapaian sejarah baru semenjak adanya pemilu untuk dapil “neraka” yang merupakan wilayah ibu kota Kabupaten Aceh Selatan.

“Kami bangga seraya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Samadua-Tapaktuan atas dukungan dan doanya untuk Kanda Hadi Surya, ini goresan sejarah baru pencapaian suara badan tertinggi di dapil ini” ungkap Fajri Amir yang meupakan koordinator Barisan Muda Hadi Surya.

Menjadi caleg yang memperoleh suara badan tertinggi dua kali di kecamatan kelahiran yaitu Samadua dan tertinggi di dapil 3 sudah sepatutnya kami barisan muda berharap beliau bisa tampil dalam pilkada mendatang. “Dulu pemilu 2014 beliau menjadi pemenang di kecamatan samadua dan berhasil juga pada pemilu 2019 menjadi peraih suara badan terbanyak maka ini sebuah pembuktian publik beliau memang masih diharapkan oleh masyarakat, untuk itu kedepan kita berharap bisa tampil dalam pilkada mendatang” tambah Fajri.

Bagi pihaknya, Hadi merupakan roll model politisi muda Aceh Selatan.

“Bagi kami pemuda sosok Hadi Surya merupakan roll model politisi muda, tahun 2014 merupakan caleg terpilih termuda di dapil kota, bahkan tahun 2019 juga caleg terpilih kembali yang termuda,” pungkas Fajri.[DNQ]
Share:

Rabu, 21 November 2018

​JACK MA: “KALAU KAMU ‘LAKUKAN INI’ SAAT MISKIN, MESKI TIDAK JADI MILIARDER, SETIDAKNYA PASTI TETAP SUKSES!” TERNYATA SELAMA INI KITA TERBALIK..!!



1.Saat miskin, kurangi waktumu di rumah, perbanyaklah kegiatan di luar. Saat kaya, perbanyaklah waktu di rumah, kurangi kegiatanmu di luar. Ini adalah “seni kehidupan”

2. Saat miskin, gunakanlah uangmu untuk orang lain, saat kaya, gunakanlah uangmu untuk keluarga dan orang- orang yang kamu cintai! Banyak sekali orang yang terbalik melakukan kedua hal ini. 

3. Saat miskin, janganlah perhitungan, bersikap baik lah terhadap orang lain, ini baru namanya orang miskin tapi banyak akal. Saat kaya, harus belajar membuat orang lain baik terhadapmu, dan kamu harus lebih baik lagi terhadap orang lain. Ini adalah cara hidup yang sangat indah, tapi hanya sedikit orang yang mengerti.

4. Saat miskin harus royal, tapi saat kaya, jangan pamer lagi.. Hidup ini akan kembali dalam kesederhanaan, kembali dalam ketenangan.

5. Masa muda adalah kekayaan paling besar, hargai setiap waktu kehidupan, tidak perlu takut pada kemiskinan! Yang penting kamu harus tahu bagaimana melatih diri, hal apa yang utama, apa yang harus diinvestasi dan kapan harus menghemat. 

6. Jangan sembarangan beli pakaian, kamu boleh beli sedikit, tapi beli lah yang berkualitas baik. Perbanyaklah makan dengan orang luar, kamu harus berani mengeluarkan uang dan mentraktir orang- orang yang lebih berhikmat dan lebih giat darimu. 

7. Ketika uang untuk kehidupanmu sudah cukup, kebahagiaan terbesar adalah: menggunakan uang hasil kerja kerasmu sendiri untuk menggapai impianmu! Bentangkanlah sayapmu, kejar mimpimu, dan biarkan hidupmu melewati perjalanan yang berbeda! 

Kebahagiaan tidak akan kabur dari kehidupan masing- masing orang, perbanyaklah untuk introspeksi kesalahan diri sendiri, maka kamu akan pelan- pelan melupakan bagaimana orang lain menjalani hidup. 

Tolong jangan sembarangan mengkritik saya, karena kamu hanya tahu nama saya, tapi tidak tahu kisah hidup saya. Kamu hanya mendengar apa yang saya perbuat, tapi tidak pernah tahu apa yang sudah saya lewati.

Seseorang yang sungguh- sungguh kuat, tidak akan pernah menghabiskan waktu untuk mengambil hati orang lain. Mengenai relasi dan koneksi, itu semua hanyalah pelengkap, hal yang paling penting adalah bagaimana meningkatkan kemampuan dalam diri sendiri.

Orang hanya bisa datang kepadamu, setelah kamu memperbaiki diri. Kalau kamu sudah jadi pohon rimbun, burung- burung baru akan datang. Kalau kamu sudah jadi samudera, seluruh aliran air baru akan berkumpul kepadamu. Kamu harus mencapai suatu tingkat terlebih dulu, baru bisa mendapatkan koneksi yang sepadan, bukan sebaliknya. Tidak ada seorang pun yang bisa menemanimu seumur hidup, maka kamu harus terbiasa dengan “kesendirian”. Tidak ada seorang pun yang bisa membantumu seumur hidup, maka kamu harus selalu berjuang. 

Kehidupan ini memang merupakan sesuatu yang harus ditanggung. Ketika orang yang kamu sayangi meninggalkanmu, meski kamu memohon pada seluruh dewa langit bumi sekali pun, mereka tidak akan kembali lagi. Hidup ini memang soal bertemu dan berpisah, sama seperti roda berjalan, ada saatnya jatuh, dan ada saatnya bangkit. Jangan terlalu meninggikan dirimu, ada saatnya kamu akan menderita, sedih dan sakit, meski tidak enak, namun semua itu adalah bagian kehidupan yang tidak dapat dipisahkan. Seseorang sering kali iri hati pada kebahagiaan orang lain, tapi kalau ia melihat ke belakang, ia akan sadar kalau orang lain pasti juga ada yang iri padanya. 

Sebenarnya, setiap orang pasti memiliki kebahagiaan masing- masing. Hanya saja, terkadang yang melihat kebahagiaanmu adalah orang lain. Kebahagiaan adalah gunung yang tidak memiliki puncak, yang bisa kamu lakukan di gunung itu hanyalah berjalan dan menikmati segala pemandangan yang ada. Jalani hidupmu dengan santai, maka kamu akan mendapatkan kepuasan hidup! Kebahagiaan tidak akan kabur dari kehidupan masing- masing orang, cepat atau lambat, ia akan datang menghampirimu. 

Kehidupan ini penuh dengan misteri, kamu selamanya tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi pada detik selanjutnya, juga tidak akan pernah mengerti bagaimana takdir memperlakukanmu. Hanya dengan melewati berbagai perjalanan hidup, kamu baru bisa menemukan tujuan dan dengan rendah hati menghadapi dunia. Meski hari ini kamu sudah sangat berusaha, tapi esok hari takdir mengatakan daun gugur, maka daun tersebut tetap akan jatuh ke bawah. Banyak sekali hal di dunia ini yang tidak bisa dipercepat, maka jalani saja dengan positif. 

(Sumber: http://www.cerpen.co.id/)
Share:

Selasa, 20 November 2018

Pemilihan Ketua HIPMI Aceh Selatan

Share:

Support